FIB UB


( Credit : Dokumentasi Pribadi, FIB UB, 2025)


Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya terletak di samping gedung Rektorat dan terdiri dari dua gedung utama, yaitu gedung A dan gedung B. Meskipun tidak sebesar fakultas lain, suasana di FIB terasa nyaman dan hangat. Area sekitar fakultas dikelilingi oleh pepohonan rindang yang membuat udara di sekitarnya terasa sejuk. Tempat ini juga sering menjadi spot favorit mahasiswa untuk berkumpul, berdiskusi atau sekedar melepas penat di sela sela perkuliahan.

Lingkungan FIB dikenal asri dan tenang, cocok untuk mahasiswa yang suka belajar dalam suasana damai. Banyak mahasiswa yang terlihat duduk di bawah pohon sambil membaca buku, berdiskusi kelompok atau mengerjakan tugas. Suasana ini membuat FIB tampak hidup, bukan hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai ruang sosial tempat berbagai ide bertukar dan berkembang. Keasrian lingkungan ini juga jadi salah satu daya tarik utama bagi mahasiswa baru yang pertama kali datang ke FIB.



( Credit : Dokumentasi Pribadi, FIB A UB, 2025)


Gedung A dan gedung B FIB punya fungsi yang berbeda tapi sama sama sering digunakan untuk kegiatan akademik maupun non akademik. Di dalam gedung B sendiri terdapat area seperti taman kecil yang dilengkapi dengan kursi dan meja. Tempat ini sering dimanfaatkan mahasiswa untuk mengerjakan tugas, bermain hp atau sekedar bersantai. Sementara itu, di dalam gedung A  terdapat tempat seperti perpustakaan yang disebut SAC. Di SAC, mahasiswa bisa mencari buku, membaca, mengerjakan tugas atau berdikusi dalam suasana yang tenang dan nyaman. Tempat ini sering menjadi pilihan favorit mahasiswa yang ingin fokus belajar tanpa gangguan. 



( Credit : Dokumentasi Pribadi, FIB B UB, 2025)


Hal menarik lainnya di FIB adalah keberagaman gaya berpakaian mahasiswanya. Ada yang bergaya "kalcer" dengan pakaian  kasual dan unik, tapi ada juga yang mengenakan pakaian muslimah yang sopan dan tertutup. Keberagaman ini menunjukkan bahwa FIB  adalah tempat yang terbuka terhadap berbagai gaya dan ekspresi diri. Disini, mahasiswa bisa menjadi dirinya sendiri tanpa takut dihakimi, karena yang paling penting adalah saling menghargai dan saling toleransi.

Secara keseluruhan, FIB bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk berkembang dan memahami makna keberagaman. Suasana kampus yang asri, adanya fasilitas seperti taman dan SAC, serta karakter mahasiswanya yang terbuka dan kreatif menjadikan FIB tempat ideal untuk belajar dan bertumbuh. Disini, mahasiswa belajar banyak hal, tidak hanya dari buku dan dosen, tetapi juga dari interaksi dan pengalaman sehari hari di lingkungan yang penuh kehangatan dan kebersamaan.

Komentar